Loading
Cara Mencegah LGBT pada Anak

6 Cara Mencegah LGBT pada Anak

Isu LGBT sungguh mengkhawatirkan keluarga-keluarga Muslim.

Sudah banyak yang membuat testimoni, bagaimana ngerinya penyebaran LGBT ini. Anak-anak shalih dari keluarga taat pun terpapar.

Ada sebuah akun di media sosial yang menceritakan, sebuah keluargaa terdidik hancur, karena anaknya yang baik, sekolah di Sekolah Islam, tapi terkena virus HIV/Aids. Gara-gara sekali berteman dengan sesama jenis yang asal-muasalnya juga baik-baik.

Ada pula dokter, yang mengisahkan bagaimana menangani pasien-pasien muda belia tapi sudah terkena berbagai penyakit kelamin. Rupanya karena tertular oleh temannya yang LGBT.

Astaghfirullah…

Bagaimana keluarga-keluarga muslim mengamankan anggota keluarga, terutama anak-anak dari fenomena merusak ini?

Berikut antisipasinya.

1. Tanamkan rasa takut pada Allah

Tanamkan pada seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak, agar merasa terus-menerus diawasi oleh Allah SWT. Tentu ayah-bunda tidak bisa mendampingi anak 24 jam.

Bilang, “Ayah-Bunda tidak melihat perilaku kalian, tapi Allah Maha Melihat. Jangan berbuat neko-neko, takutlah pada Allah SWT!”

Beri pemahaman, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Mna yang termasuk perilaku saleh, mana yang menyimpang.

Anak-anak harus ngaji, dengan guru ngaji yang saleh dan bisa dipercaya.

2. Pengawasan melekat

Ayah-Bunda selalu mengawasi anak dalam segala hal. Pantau terus gadget yang diaksesnya, buku yang dibacanya, teman-temannya siapa, tempat mainnya ke mana, curhat-curhatnya, bahkan pahami betul-betul pola pikir si anak. Perhatikan selalu perkembangan fisik maupun psikisnya. Jangan sampai kecolongan.

3. Komunikasi intensif

Komunikasi yang cair adalah kunci agar anak terbuka dan tidak segan bercerita pada ayah-bunda.

Maka itu, perbanyak mengajak bicara, karena anak butuh perhatian dan merasa dibutuhkan dengan diajak bicara. Peluk dan dekati dengan kasih sayang.

4. Ajarkan sikap tegas

Bekali anak-anak akan sikap tegas, menolak segala bentuk perilaku mencurigkan. Seperti bila ada temannya yang merangkulkan tangan, memegang bagian tubuh tertentu, mengajak main ke tempat baru yang belum pernah, apalagi jika mengajak menginap.

Tanamkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak bersama teman-temannya.

5. Boikot pelaku

Keluarga muslim harus bersikap tegas dengan tidak memberi ruang gerak bagi pelaku LGBT.

Misalnya, tidak mempekerjakan karyawan yang melambai, tidak mendatangi salon atau toko yang penjaga atau pemiliknya melambai, tidak menjadikan perilaku melambai sebagai bahan candaan, tidak menonton tayangan yang ada LGBT-nya, dll.

6. Perangi LGBT

Keluarga Muslim bersama anak-anak, bisa berkontribusi untuk memerangi perilaku laknnat LGBT. Ntah dengan mengikuti aksi-aksi penolakan kaum Sodom ini, menyumbang dana untuk perjuangan membendung LGBT, menyuarakan penolakan lewat tulisan, desain grafis atau video, dll.

Intinya tidak diam, tapi terus bergerak untuk mengembalikan kehidupan Islam, agar ideologi LGBT lenyap dari muka Bumi.[]Kholda

Sumber tulisan dari: Tabloid Media Umat Edisi 211. Judul asli: “Menjaga Anak-Anak dari Virus Melambai”.

Gambar dari: Pixabay.com.

Dapatkan tips keluarga muslim eksklusif lainnya via Telegram! ^_^ Klik link berikut:

Jangan lupa di-share ya Kak... 🙂

Leave a Reply