Loading
Cara Mendidik Anak Zaman Sekarang

5 Cara Mendidik Anak Zaman Sekarang, Harus Update Ilmu Baru Bun..

Saat ini, remaja diisi oleh mereka yang disebut generasi Z. Yakni, anak-anak yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010. Generasi Z atau disebut juga iGeneration ini, memiliki karakter tersendiri. Sebab, mereka lahir dan tumbuh di era internet.

Sejak kecil, sudah akrab dengan berbagai kegiatan yang menggunakan komputer dan gawai.

Berbeda dengan orang tuanya, yang merupakan generasi X atau Y, yang lahir saat internet belum ada. Generasi ini hidup penuh kerja keras, karena tidak ditopang oleh teknologi saat melakukan berbagai aktivitas.

Karena proses tumbuh kembang yang berbedda, tak ayal kerap muncul konflik antara orang tua Gen X atau Y ini, dengan anak-anak Gen Z yang internet minded.

Nah, bagaimana orang tua memahami Gen Z dan mengatur strategi untuk menjembatani perbedaan dengan Gen Z ini? Berikut dirangkum dari berbagai sumber:

1. Jangan biarkan individualis

Salah satu ciri generasi Z yang menonjol adalah cenderung menuju individualis.

Di dunia nyata, mereka agak enggan bersosialisasi, karena asyik dengan dunia maya. Meski di dunia maya banyak teman-temannya, tetapi egoisme pribadi cukup menonjol.

Nah, untuk mengatasi kondisi ini, orang tua jangan lelah mengajaknya beraktivitas bersama.

Seperti:

  • Menerapkan jadwal sarapan dan makan malam bersama keluarga.
  • Mengajak ngaji bersama,
  • belanja,
  • berlibur,
  • atau sekadar membereskan Rumah bersama.

2. Manfaatkan Multitalentanya

Gen Z cenderung ingin menyelesaikan masalah dengan instan.

Mereka biasa melakukan kegiatan multi-tasking. Sambil menyalakan laptop, juga mendengarkan musik, atau menjawab chat di smartphone.

Tak heran, anak-anak ini piawai menggunakan gawai.

Nah, manfaatkan kelebihan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus ini untuk melatih mereka mengenal kerjaan Rumah.

  • Ajak membersihkan Rumah, sembari tetap bisa menonton tayangan kesukannya.
  • Menyapu, sambil membereskan buku-buku yang berantakan.

3. Puaskan ingin tahunya

Gen Z umumnya juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka suka mengoprek apa saja, terutama hal-hal yang berbau teknologi.

Mengutak-atuk gawai, mengakses sumber-sumber informasi, mempelajari beragam budaya dan bahasa, serta mencoba membuat kreasi seperti tayangan video atau desain.

Nah, ini bisa menjadi potensi positif yang dapat dikembangkan.

Rasa ingin tahu yang tinggi, membuat mereka cepat menyerap hal-hal baru. Kemungkinan mereka menjadi anak pintar pun semakin banyak.

4. Fasilitasi minat dan bakat

Banyaknya informasi yang diserap dari berbagai sumber, membuka wawasan Gen Z menjadi lebih global.

Umumnya, mereka sudah memiliki bayangan akan menjadi apa di masa depan, lebih dini.

Mereka berani memiliki mimpi-mimpi besar yang tidak terbayang di era Gen X atau Y dahulu.

Seperti keinginan untuk keliling dunia, kuliah ke luar negeri, atau bercita-cita menekuni profesi yang tidak terbayangkan di benar Gen X atau Y.

Mereka juga punya mimpi akan kemapanan hidup di usia dini. Ingin memiliki kemampuan finasial lebih baik daripada generasi orang tuanya yang cenderung tidak stabil secara ekonomi.

Nah, orang tua tinggal mengarahkan, memfasilitasi, dan mendukung mimpi-mimpi mereka.

Tentunya, untuk mengetahui, harus sering menggali apa kehendak mereka di masa depan.

5. Ajarkan ketelatenan

Gen Z yang serba cepat dan instan, cenderung kurang sabar dan kurang menghargai proses.

Karakter buruknya, akhirnya cepat putus asa dan marah jika apa yang mereka inginkan tidak sesuai rencana.

Dalam hal ini, orang tua harus telaten, pengertian, dan sabar menghadapinya.

Misalnya, ajak mereka menggambar, mewarnai, atau menjahit karena kegiatan tersebut mampu melatih kesabaran.[]kholda

Sumber tulisan dari: Tabloid Media Umat Edisi 203. Judul asli: “Strategi Mendidik Generasi Z”.

Gambar dari: Pixabay.com.

Dapatkan tips keluarga muslim eksklusif lainnya via Telegram! ^_^ Klik link berikut:

Jangan lupa di-share ya Kak... 🙂

Leave a Reply