Loading
Cara Melatih Kesabaran Seorang Istri Menghadapi Suami

Cara Melatih Kesabaran Seorang Istri Menghadapi Suami

Berita miris lagi. Seorang suami di Bogor, menyiram Bensin ke mantan istri hingga tubuhnya terbakar 60 persen.

Cemburu. Gak rela dengan perceraiannya. Astaghfirullah.

Suami gelap mata. Dan yang seperti ini banyak. Jangan sampai melanda keluarga-keluarga ideologis.

Ah, para suami ternyata bisa stes juga? Tentu saja. Banyak kasus suami membunuh istri, melakukan kekerasan dalam rumah tangga, menyakiti anak-anaknya adalah di antara sekian banyak tanda-tanda depresi yang dialami para suami.

Pasalnya, menjadi suami zaman now sungguh tidak mudah. Beban kerja kian berat, problem di Rumah juga tak mampat. Kerja banting tulang penghasilan pas-pasan. Pulang ke Rumah capek, masih dapat omelan.

Banyak tuntutan pula dari istri tersayang. Apalagi jika istri tergoda gaya hidup mewah. Jika penghasilan kurang, nafkah batin pun dikurang. Bahkan jika tak beruntung, istri masa kini pun begitu berani melayangkan gugatan. Duh, bagaimana cara menjaga para suami agar tetap “waras”? Berikut di antaranya:

1. Beri motivasi

Banyak suami yang saat ini merasa rendah diri di hadapan istri. Entah karena jobless, atau bekerja tapi penghasilan rendah. Bawa pulang uang ke Rumah, selalu tak cukup untuk menutup kebutuhan Rumah tangga.

Para istri pun kerap kurang sabar menghadapi kenyataan, betapa bingungnya mengatur uang yang minim di tangan

Dibela-belain menurunkan standar hidup pun, masih saja kurang. Maka, terkadang muncul celaan pada suami karena dipandang tak becus mencari nafkah. Tentu ini menambah stres suami. Alangkah lebih bijaknya jika mencari jalan keluar bersama. Memotivasi suami agar lebih kreatif membuka akses mendapatkan rezeki.

2. Bijak kelola harta

Masalah ekonomi adalah problem klasik paling dominan dalam Rumah tangga. Kebutuhan hidup yang kian meningkat, dibarengi menggilanya harga-harga kebutuhan pokok, menjadi beban berat keluarga. Harta berapapun terasa kurang.

Nah, para istri harus bijak membelanjakan harta dari suami. Terbuka memerinci, agar tidak miss komunikasi.

Jangan boros gara-gara embeli barang yang kurang dibutuhkan. Jangan memaksakan diri pula belanja yang tidak sesuai kemampuan keuangan. Ingat, godaan terbesar istri untuk meninggalkan suami adalah jika miskin harta.

Sebaliknya, para suami juga harus tahu diri. Lebih smart lagi dalam membuka jalan rezeki. Gigih, kerja keras dan tak berhenti belajar agar ikhtiar terbuka lebar. Jika kemudian harta bertambah, jangan gegabah. Jangan lupakan istri yang pernah diajak susah. Pasalnya, godaan terbesar bagi lelaki untuk meninggalkan kesetiaan adalah ketika harta melimpah dalam genggaman.

3. Penuhi gharizahnya

Ada yang bilang, kebutuhan suami hanya tiga, yaitu; pendangan yang menyenangkan, perut kenyang, dan gharizah nau’-nya. Artinya, suami sudah cukup senang jika datang ke Rumah mendapati anggota keluarga menyambut dengan wajah sumringah. Juga, kondisi Rumah yang cukup tertata.

Suami juga tenang jika perut dikenyangkan dengan makanan yang ia suka. Demikian pula nafkah batinnya, kalau lancar, niscaya kegalauan melayang. Suami bisa lebih konsentrasi melakukan berbagai amal kebajikan. Maka, jika ketiga hal ini dipenuhi, insya Allah tidak akan ada suami yang depresi.

4. Junjung harga dirinya

Suami mana yang tak suka dihargai, dihormati, dan dijaga harga dirinya? Para suami butuh ditaati, karena gharizah baqa’ para para suami adalah sebagai pemimpin.

Serendah apapun posisinya di mata istri, tetaplah dia ingin dihormati. Dijaga aibnya. Dijaga martabatnya. Juga, jaga emosinya. Laki-laki itu kalau sudah disulut amarahnya, bisa meledak dan berbuat nekat.

5. Ajak bicara

Secerwet-cerwetnya lelaki, jarang yang tipenya banyak bicara pada istri. Ada masalah di Kantor, dipendam. Ada ketidaksukaan terhadap istri, kondisi Rumah, dan anak-anak; kadang juga tidak terbuka menyampaikannya.

Maka istri harus peka. Sensitif melihat perubahan sikap suami. Ajak bicara. Barangkali ada unek-uneknya yang tak tersampaikan. Tak hanya istri, kadang suami juga perlu didengar.[]kholda

Sumber tulisan dari: Tabloid Media Umat Edisi 216. Judul asli: “Menjaga Kewarasan Suami”.

Gambar 1 dari: holypakistan.com/how-to-treat-husband-and-wife-relationship-in-islam/

 

Jangan lupa di-share ya Kak... 🙂

Leave a Reply