Loading
Menjaga Keperawanan

Menjaga Keperawanan

Berita menggemparkan, pekan lalu, sebanyak 350 wanita Indonesia ikut menawarkan diri di Cinderella Escord. Wadah lelang keperawanan berskala internasional. Mengapa keperawanan dijual? Segepok uang.

Ada politisi atau pengusaha terkenal yang mau membayar “mahal”.

Demikianlah. Dalam era kapitalis ini, kemaluan pun jadi barang dagangan. Terkesan “mahal”. Padahal, faktanya “murah”. Walaupun nilai lelang miliaran, tetap tak sebading dengan harga mahal jika keperawanan seorang gadis telah tergadaikan.

Gadis tidak perawan tidaklah berharga. Tak ada lelaki saleh yang akan meminangnya. Tak ada yang akan mempersuntingnya menjadi ratu Rumah tangga yang suci selamanya. Kalau ada, sekurang-kurangnya pasti juga lelaki tidak perjaka. Atau, jika ada lelaki saleh yang menginginkannya, kelak bisa menjadi duri dalam pernikahan.

Kalau ada gadis tidak perawan malah bangga, jiwanya telah sakit. Seharusnya, kehilangan keperawanan akan membuatnya rendah diri. Merasa berdosa. Merasa kotor dan hina. Maka, alangkah pentingnya seorang Muslimah menjaga keperawanan. Bukan sekadar supaya mendapat lelaki perjaka, terpenting karena ini perintah Allah SWT. Bagaimana cara Muslimah menjaga dirinya?

1. Ta’at agama

Taat berarti tahu perintahnya. Agar tahu, ngaji. Islam kaffah.

Salah satunya supaya paham, perintah menjaga kemaluan. Firman Allah SWT: “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya,…dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (TQS An-Nur: 31)

2. Tahan godaan penampilan

Menjadi Muslimah harus menjadi diri sendiri sesuai kepribadian Islam. Jangan bandingkan dengan perempuan sekuler yang serba cantik dalam penampilan. Jangan ikut arus. Jangan tergoda gaya hidup. Tahan diri dari godaan materialistis dan konsumtif. Kebahagiaan bukan sekadar uang, tapi keridhaan Allah SWT.

3. Selalu bersyukur

Dikaruniari Allah SWT dengan tubuh yang sempurna, harus disyukuri. Bukan malah dijual-beli. Hakikat tubuh kita milik Allah SWT. Tak ada hak untuk menjualnya. Apalagi mengobralnya. Allah memerintahkan membungkusnya dengan pakaian taqwa agar terjaga.

4. Menjaga nama baik orang tua

Tubuh pun amanah dari orang tua. Bukan menjadi otoritas dirimu semata. Orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas polah tingkahmu.

Karena itu, sayangilah mereka. Jaga nama baiknya. Banggakanlah mereka dengan dirimu yang salehah. Orang tua ungkin tidak akan tahu perilakumu. Tapi sepandai-pandainya menyimpan, akan ketahuan juga. Apalagi ada Allah SWT yang menyaksikan.

5. Bergaul dengan teman yang taat

Memilih teman, penting.

Cari yang menguatkan untuk ta’at. Berteman dengan yang ta’at Islam. Yang paham rambu-rambu pergaulan. Sehingga tidak mengajak khalwat, ikhtilah, atau penyimpangan seksual. Selalu waspada pada teman. Tak sedikit Muslimah baik-baik terjebak. Dijerumuskan justru oleh teman dekat. Termasuk, selektif memilih teman di dunia maya. Jangan terlalu gampang percaya.

Selain hal di atas, penjagaan utama adalah aqidah Islam yang kokoh. Menancap sekuat karang. Sertai do’a agar Allah SWT melindungi. Mintakan pula keridhaan dan do’a orang tua agar di mana pun berada terjaga dari fitnah dunia.[]kholda

Sumber tulisan dari: Tabloid Media Umat Edisi 218. Judul asli: “Nasihat Agar Keperawanan Terjaga”.

Gambar 1 dari: Pixabay

 

Dapatkan tips keluarga muslim eksklusif lainnya via Telegram! ^_^ Klik link berikut:

Jangan lupa di-share ya Kak... 🙂

Leave a Reply